Friday, July 22, 2005

Hey Bung!

Hey.. Bung!

Hey bung… yang diatas sana coba turun kejalan
Lihat-lihat situasi apa yang terjadi
Hey bung… yang dibalik meja coba turun kejalan
Tunjukan rasa perhatian

Jangan tunggu kami
Turun di jalanan
Jangan sampai kami
Yang tunjukkan rasa…rasa…

Hey bung… di dalam gedung megah coba turun kejalan
Lihat-lihat kondisi biar pasti
Hey bung… yang berkuasa coba turun kejalan
Berikan rasa kelembutan

(SLANK, 1994)


Hey Bung! Jika bicara pikirkan dahulu. Banyak rasa yang teriris atas ucapanmu. Begitu juga sikap yang Anda tunjukkan, kerap membuat kaum minorotas makin tersudut. Kami yang di bawah merasa terinjak, hingga hampir mati.

Hey Bung! Kering sudah air mata.. habis sudah suara kami.. karena menangis dan berteriak minta ampun atas pemerkosaan batin ini. Kami memang bodoh dan menyebalkan, tapi tolong bimbing kami. Ajarkan sopan santun dan ilmu pengetahuan agar kami bisa sedikit pintar.

Hey Bung! Mohon tempatkan kami sejajar di samping, di posisi yang terhormat sebagai umat manusia. Cukup sudah kado yang Anda kirim buat kami. Kado penderitaan yang terbungkus rapih dengan ikatan pita di atasnya. Jangan kirimkan lagi..