Monday, June 27, 2005

Kisah Aye

Ditengah riangnya canda tawa yang selalu mengisi hari-hari kita, hujan bom atom mulai mengguncang! Dahsyat, hebat, bertubi-tubi, berkali-kali. Sakitnya tidak di badan, melainkan di hati. Sakit sekali, rasanya ingin mati. Hopes & Fears. Antara harapan dan suatu yang ditakutkan. Akhirnya hal yang ditakutkan itu datang juga. Satu ganjaran yang harus diterima bagi yang melakukannya. Belum selesai satu masalah, muncul lagi seribu anak masalah. Satu ditangani, seribu datang teriak ingin diurusi. Aduh! Kepala mau pecah!

Berhadapan dengan hukum negara ini, sama saja berada di puncak masalah. Satu dari kita digenggaman yang berwajib. Senin itu jadi hari teguran dari Tuhan. Tampaknya Dia mengetuk pintu hati kita dengan amat sangat keras! Dia mengingatkan kita semua untuk segera menyadari yang selama ini dilakukan tidak baik. Saat arah pulang, satu dari kita terjaring 'pukat harimau' akibat careless terhadap apa yang diharamkan. Kesalahan fatal! Asap tebal berkumpul di sel otak, membuat hilang akal. Semua panik, semua menjerit disituasi yang terjepit. Tapi kita bagai kesatuan tubuh yang utuh. Satu bagian sakit, bagian lainpun ikut terasa sakit. Satu tertimpa masalah, yang lainnya ikut susah tanpa ada rasa kesal. Tenang.. kamu tidak sendiri, ada kita disini. Mungkin hanya dibelakang layar. Duduk, berdoa agar semuanya dapat lancar dan tidak berlarut-larut. Air mata seakan kering saat menangisi kejadian ini.

Sebenarnya, adalah undang-undang tidak tertulis yang memberatkan. “Betul, disini uang berbicara.” Hukum uang ada untuk yang berada. Kepanikan dan keputusasaan terasa betul saat berada di dalam situ. Kita juga ikut merasakan. Inilah persahabatan yang tumbuh subur dalam jiwa muda kita. Erat mengikat, kuat sekali. Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah kita akan 'kapok'? Apa hanya sekedar lebih berhati-hati dalam menjalani semua ini? “Ahh.. Aku rasa itu semua kembali lagi ke diri masing-masing.” Lagi-lagi sebuah pilihan.

Dengan segala daya upaya, akhirnya sahabat kita dapat menyelesaikan masalah ini. Merogoh kocek hingga sobek pangkalnya. Semua dilakukan asalkan dapat lepas dari jeratan hukum. Panjatan doa tak henti-hentinya mengumandang dihati setiap kita, berharap masa yang tidak mengenakkan ini cepat berlalu dari pandangan. 1 detik terasa 1 menit. 1 jam terasa 1 hari dan 1 hari terasa 1 minggu lamanya. Putaran jam berjalan tertatih-tatih. Lambat bak jalannya siput, membuat gerah juga geram kita semua.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home