Monday, September 05, 2005

Bisik Dari Balik Jeruji

Surat dari sahabatku ini sebenarnya ditulis di atas selembar tissue penjara yang lusuh. Yup benar, dia sekarang berada di sana.
Setelah membaca suratnya, sanubariku seakan terketuk keras. Mata hatiku menjadi terbuka untuk harus memandang ke depan dan menarik pelajaran dari hari yang sudah terlalui. Aku merasa selama ini tidak menghargai hidup! Berani melakukan hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan.
Sahabat.. tenang, aku mungkin tak ada disampingmu, tapi doaku selalu terlantun untukmu. Sahabat.. aku tidak menertawaimu, saat ini kepalaku tertunduk prihatin dengan keaadaan ini.
Terima kasih sahabatku, kau telah mengingatkan aku dan yang lainnya untuk selalu menghargai hidup ini. Bersyukur terhadap apa yang sudah dimiliki dan malu kepada sang Penguasa hidup dan mati.
Sahabat.. kuatkan dirimu.

Aug 19, 2005 polda metro jaya


Surat ini buat teman2ku dari kamar tahanan, terimakasih banyak sudah
datang mau besuk saya...malu, sedih, senang semua jadi satu..buat temen2
mungkin kalian tertawa membaca surat ini...seperti waktu kita di Sd dan
Smp...tapi dengan menulis surat ini dapat menghibur hati saya dgn lebih
senang & saya cuman ingin menyampaikan sedikit pesan
Dengan masuknya saya kedalam sini saya belajar untuk lebih menghargai
hidup, mungkin selama ini saya tidak pernah mensyukuri apa yg telah di
berikan-Nya kepada saya

Saya belajar banyak di dalam sini...masih beruntung saya masuk tahanan
akibat saya berbuat dosa di dunia, didalam sini saya masih diberikan
kesempatan untuk bertobat dengan sungguh2 mungkin kalian akan tertawa
tapi semua itu nyata...

Bagus masih di dunia coba kalo sudah masuk penjara yang kekal, sudah
tidak ada kesempatan untuk bertobat & memperbaiki diri , Bagus di sini
masih bisa di besuk sama orang tua, adik, dan juga teman2 saya, saya
masih bisa dengar tawa dan mungkin tangis kalian

Didalam sini seperti Neraka, tapi disinilah saya menyadari tanpa DIA
kita bukan siapa2, kita ga bisa apa2..sekuat apapun, sebesar apapun, dan
selebih2nya kita, kita tetap tidak bisa berbuat apa2, hanya bisa berdoa,
mungkin kalian tertawa dengan surat ini, tapi ini nyata...

Biar saya yg belajar didalam sini, saya ga mau teman2 saya masuk didalam
sini...saya cuman mau berbagi dan menyampaikan pesanNYA, Bersyukurlah
atas semua yang diberikanNYA, kita ngga akan bisa menghitung semua yang
di berikaNYA terlalu banyak...Syukurilah...mungkin sekali lagi kalian
akan tertawa tapi ini nyata...

Pergunakan 5 kesempatan sebaik2nya sebelum datang lima perkara lain :
Hidupmu sebelum matimu, Sehatmu sebelum sakit mu, waktu senggangmu
sebelum datang sibukmu, masa mudamu sebelum masa tua mu, dan masa kaya
sebelum masa Fakirmu...

Teman bertobatlah selagi sempat, nggak abis pikir kalo saya langsung di
matikan olehNya, pasti ga ada yang jenguk..hehe
Allah masih sayang sama saya, Saya memang harus jalanin ini, ga kebayang
kalo saya mati dalam keadaan penuh dosa

Temanku, berhentilah berbuat dosa, mungkin surat gue buat kalian ketawa
tapi tidak dalam tahanan yang kekal nanti tolong sampaikan kepada teman
yang lain.

L

Friday, July 22, 2005

Hey Bung!

Hey.. Bung!

Hey bung… yang diatas sana coba turun kejalan
Lihat-lihat situasi apa yang terjadi
Hey bung… yang dibalik meja coba turun kejalan
Tunjukan rasa perhatian

Jangan tunggu kami
Turun di jalanan
Jangan sampai kami
Yang tunjukkan rasa…rasa…

Hey bung… di dalam gedung megah coba turun kejalan
Lihat-lihat kondisi biar pasti
Hey bung… yang berkuasa coba turun kejalan
Berikan rasa kelembutan

(SLANK, 1994)


Hey Bung! Jika bicara pikirkan dahulu. Banyak rasa yang teriris atas ucapanmu. Begitu juga sikap yang Anda tunjukkan, kerap membuat kaum minorotas makin tersudut. Kami yang di bawah merasa terinjak, hingga hampir mati.

Hey Bung! Kering sudah air mata.. habis sudah suara kami.. karena menangis dan berteriak minta ampun atas pemerkosaan batin ini. Kami memang bodoh dan menyebalkan, tapi tolong bimbing kami. Ajarkan sopan santun dan ilmu pengetahuan agar kami bisa sedikit pintar.

Hey Bung! Mohon tempatkan kami sejajar di samping, di posisi yang terhormat sebagai umat manusia. Cukup sudah kado yang Anda kirim buat kami. Kado penderitaan yang terbungkus rapih dengan ikatan pita di atasnya. Jangan kirimkan lagi..

Monday, June 27, 2005

Kisah Aye

Ditengah riangnya canda tawa yang selalu mengisi hari-hari kita, hujan bom atom mulai mengguncang! Dahsyat, hebat, bertubi-tubi, berkali-kali. Sakitnya tidak di badan, melainkan di hati. Sakit sekali, rasanya ingin mati. Hopes & Fears. Antara harapan dan suatu yang ditakutkan. Akhirnya hal yang ditakutkan itu datang juga. Satu ganjaran yang harus diterima bagi yang melakukannya. Belum selesai satu masalah, muncul lagi seribu anak masalah. Satu ditangani, seribu datang teriak ingin diurusi. Aduh! Kepala mau pecah!

Berhadapan dengan hukum negara ini, sama saja berada di puncak masalah. Satu dari kita digenggaman yang berwajib. Senin itu jadi hari teguran dari Tuhan. Tampaknya Dia mengetuk pintu hati kita dengan amat sangat keras! Dia mengingatkan kita semua untuk segera menyadari yang selama ini dilakukan tidak baik. Saat arah pulang, satu dari kita terjaring 'pukat harimau' akibat careless terhadap apa yang diharamkan. Kesalahan fatal! Asap tebal berkumpul di sel otak, membuat hilang akal. Semua panik, semua menjerit disituasi yang terjepit. Tapi kita bagai kesatuan tubuh yang utuh. Satu bagian sakit, bagian lainpun ikut terasa sakit. Satu tertimpa masalah, yang lainnya ikut susah tanpa ada rasa kesal. Tenang.. kamu tidak sendiri, ada kita disini. Mungkin hanya dibelakang layar. Duduk, berdoa agar semuanya dapat lancar dan tidak berlarut-larut. Air mata seakan kering saat menangisi kejadian ini.

Sebenarnya, adalah undang-undang tidak tertulis yang memberatkan. “Betul, disini uang berbicara.” Hukum uang ada untuk yang berada. Kepanikan dan keputusasaan terasa betul saat berada di dalam situ. Kita juga ikut merasakan. Inilah persahabatan yang tumbuh subur dalam jiwa muda kita. Erat mengikat, kuat sekali. Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah kita akan 'kapok'? Apa hanya sekedar lebih berhati-hati dalam menjalani semua ini? “Ahh.. Aku rasa itu semua kembali lagi ke diri masing-masing.” Lagi-lagi sebuah pilihan.

Dengan segala daya upaya, akhirnya sahabat kita dapat menyelesaikan masalah ini. Merogoh kocek hingga sobek pangkalnya. Semua dilakukan asalkan dapat lepas dari jeratan hukum. Panjatan doa tak henti-hentinya mengumandang dihati setiap kita, berharap masa yang tidak mengenakkan ini cepat berlalu dari pandangan. 1 detik terasa 1 menit. 1 jam terasa 1 hari dan 1 hari terasa 1 minggu lamanya. Putaran jam berjalan tertatih-tatih. Lambat bak jalannya siput, membuat gerah juga geram kita semua.

TogetherNice Part 2

Ruangan di kantorku semakin dingin, membuat kesepian membekukan hati. Semuanya menjadi nyata ketika kegalauan dan gamang merasuk kesetiap sisi kehidupan. Seakan punya visi dan misi sama, kita melebur menjadi satu kumpulan anak manusia yang mencari hitam putihnya dunia. Kita seakan tak lagi mengenal rasa 'malu'. Semua menjadi diri sendiri. Jika selama ini orang di sekeliling hanya tahu yang terlihat di mata mereka, tidak demikian dihadapan sesama kita. Semua serba apa adanya, tidak ditutupi. Keyakinan dan rasa saling percaya akan sesama, telah meruntuhkan tembok jaim. Jurang pemisah seakan telah tertutup oleh rasa cinta kasih yang murni. Malah kita harus jaim (jatuhin image), hahaha.. What a beautiful day!

Sambil diiringi lagu city of blinding light dari U2 aku terus menulis. Sering dengar faham Sex, drugs and rock n roll? Tiga ramuan di atas adalah kombinasi attitude yang dianut kaum hedonis. Penikmat hidup dengan cara bersenang-senang. Tentang cap kaum hedonis yang disemaikan kepada kita, tidaklah sepenuhnya harus disangkal. Coba sadar diri, sadarkan apa yang selama ini kita perbuat. Tapi harus digaris bawahi, untuk sex, kita tidak menganutnya bahkan menjauhinya. Wajar jika orang di luar bilang kita 'brutal', karena mereka hanya melihat sisi negatifnya saja. Andai bisa aku bisa jelaskan arti dibalik ini, aku akan bilang kalau semua ini tak lebih dari curahan rasa persahabatan dan kasih sayang sesama sahabat. Titik. Semoga kalian orang luar, dapat mengerti.

Ingat! Kita dipacu waktu. Apabila tidak bergerak, kita akan terseret ke masa depan yang suram. Buat suatu yang berguna bagi diri. Syukur bisa juga bermanfaat untuk orang lain. Waktu berjalan.. Kita tak beranjak.. Masih tetap berdiri di tempat yang sama.. Waktu berputar.. Kita masih saja diam di sini.. Kiranya syair dari Grup musik Adegan ini dapat menggambarkan betapa berharganya sang waktu. Wake up! Stand up!

TogetherNice Part 1

Telah banyak kejadian yang aku hadapi selama hidup di muka bumi ini. Masalah datang silih berganti, tanpa mau mengerti. Begitu juga perihal 'sahabat'. Datang dan pergi sesuka hati setelah menghabiskan bergelas-gelas cerita, mimpi, cita-cita bahkan makian! Begitu riangnya saat-saat yang demikian. Pagi, siang, malam hingga pagi lagi selalu ada waktu khusus yang tersedia. Tapi itu dulu, lima tahun lalu, saat jiwa muda mengalahkan logika dan akal sehat. Sahabatku berlalu bak khafilah yang digonggong anjing gila!

Tapi ternyata semua orang mengalaminya. Bahkan kalau mau jujur, tanya aja ke diri sendiri, benarkah kalian punya sahabat yang bener-bener sahabat sejak kecil. Tempat bisa berbagi segala hal dalam sisa perjalanan hidup ini (beberapa bait Ewink blog).

Disaat kebimbangan perasaan menerpa bak badai tsunami yang terjadi di Aceh, para 'sahabat' datang lagi kedalam kehidupanku ini. Seperti sudah diatur oleh-Nya, mengalir begitu alami tak dibuat-buat. Detik berganti detik, menit berganti jam dan jam berganti hari, tak terasa banyak cerita aneh tapi nyata yang telah terbentuk dari sebuah jalinan persahabatan ini. Hahahaha.. Cekakak.. Hiks'.. celotehan pedas yang menghibur serta nyayian jiwa merupakan santapan sehari-hari yang membuat kenyang jiwa yang lapar. Walau baru teruji dalam hitungan bulan, namun rasanya seperti sudah ratusan tahun kita saling mengenal. Apakah ini berarti persahabatan sejati? Kita lihat saja nanti.

Perasaan hati ingin menertawai diri sendiri.. tahu kenapa? Karena aku tidak tahu arti persahabatan sebenarnya. Jika kalian ingin ikut tertawa silahkan saja. Memang ini lelucon yang pantas ditertawai kok. Tapi ingat jangan terlalu terpingkal-pingkal, nanti muntah! Believe in me (lenny kravitz)! Yakinlah dunia, bahwa aku menemukan makna persahabatan dengan menjalani keseharian dengan kalian. Hingga arti dasarnya tak jadi soal lagi. Yang terpenting dari semua adalah makna sesungguhnya. Aku bisa belajar mencintai sesama manusia. Mencurahkan segenap perasaan yang selalu terkekang sejak lahir. Semoga rasa itu selalu tercurah dengan tulus tanpa diusik oleh rasa munafik setan iblis.

To be continue..

Queen of Love

“Cinta kasih ngga pernah ada di muka bumi ini!” Teriakku. Ternyata aku salah, Oma telah membuka mata hatiku tentang cinta dan kasih. Betapa beruntungnya aku mengenal seorang Oma yang selalu menebarkan kasih sayangnya.

Oma mengajarkan makna serta pentingnya cinta kasih dan sentuhan. Senyum dan bicaranya selalu menebar kehangatan juga kedamaian kesetiap kita yang mengenalnya. Oma telah meyakinkanku bahwa cinta kasih memang ada dan nyata di bumi ini. Seumur hidup, belum pernah aku rasakan sentuhan kasih sayang yang dahsyat kecuali dari tangan seorang Oma.

Pribadinya begitu menyenangkan. Tutur katanya begitu lembut, sangat menenangkan jiwa. Tak pernah setitikpun terlontar kata kasar dari mulutnya.

Oma hadir dari latar belakang yang berbeda, dari Eropa melangkah ke Indonesia. Perbedaan kultur hingga budaya, bukanlah halangan bagi Oma untuk menginjakkan kakinya di Indonesia. Aku yakin, bahwa kekuatan cinta serta ketulusan kasihlah yang menyatukannya dengan Opa dan budaya Indonesia.

Cinta kasih Oma bagai air dalam gelas kristal yang boleh diminum oleh siapapun yang haus akan kasih sayang dan sentuhan. Sungguh pribadi yang teladan untuk dijadikan panutan. Satu yang selalu aku terapkan dari seorang Oma, “Mulailah hari dengan cinta, maka hanya rasa bahagia yang terasa”. Happy Birthday Oma.